Omong Kosong
Hari ini sudah setengah jalan kulalui dan tadi pagi ada kejadian yang mengurangi kesan hari ini..Agak-agak kesel sih, tapi mau bagaimana lagi, yang namanya hidup tidak selalu menggembirakan toh??y y y dan tidak selalu menyedihkan (I know that). Namun kadang, ingin menjalani kehidupan ini lebih santai, menyenangkan, dan hidup apa adanya, hidup sebagaimana umur ini tertera. Namun, sadar bahwa masanya sudah lama menghilang dan semakin lama aku semakin kehilangan masa-masa itu. Hilang seiring dengan bertambahnya umur.
Penyesalan?bergunakah?"tidak"apakah buah dari penyesalan?"sakit hati dan terkurung dalam gambaran masa lalu". Jadi aku coba untuk terus menjalani hidup dengan harapan semoga nanti hidup ini kan menjadi lebih baik.
Namun terkadang sisi negatifku bertanya;
untuk apa manusia hidup?
untuk menyembah tuhan sematakah?
Kalau begitu, kenapa manusia tidak diciptakan sama dengan malaikat.
yang tiada nafsu sehingga senantiasa mampu melakukan semua hanya untuk diriNYA.
Kenapa?
Dunia yang kita tempati pun sudah semakin tua saja dan ditambah lagi dengan sejarah kebobrokan manusia yang selalu berulang.
Semua hal di dunia semakin kabur saja, kebenaran, kejahatan, hitam, putih, semua menjadi kabur dan timbul pembenaran-pembenaran yang diciptakan oleh manusia. Pembenaran yang berbeda tiap individu, ketika menguntungkan hal itu menjadi benar, ketika merugikan hal itu menjadi salah.
hampir tidak ada hal yang benar,-sebenar-benarnya. Karena sekarang, benar adalah mayoritas.
Mengapa?
Kerusakan bumi yang ditandai dengan munculnya pemanasan global pun sudah terjadi dan semakin lama semakin buruk saja keadaan dunia ini. Entah berapa lama lagi umur bumi ini, entah sampai kapan mampu menahan manusia yang tidak tahu terimakasih.
Kenapa?
Aku sebagai manusia hina yang hanya bisa bertanya, karena aku pun telah lelah dengan dunia, dengan kehidupan dan manusia-manusia yang seakan lebih hina dari binatang.
Dan aku pun bukan tergolong manusia suci dan mungkin mulai menjadi serupa dengan binatang. Dan aku tidak mengharap simpati atau belas kasih, karena aku pun hanya berharap kebaikan yang bisa membawaku turut serta dalam kebaikan dan membuatku menjadi manusia yang lebih baik.
"Aku hanyalah manusia biasa (Namun bukankah manusia diciptakan sebagai hambaNYA yang paling mulia)
Manusia adalah gudangnya kesalahan (Namun bukankah manusia diciptakan sebagai hambanya yang paling mulia)
Aku senantiasa tak berdaya (Namun bukankah manusia diciptakan sebagai hambaNYA yang paling mulia)
Lalu sebenarnya aku apa?
Yang kucari sampai kini itu apa?
Lalu sebenarnya selama ini dimana aku bertapa?
Aku tidak mengerti,
Atau entah tak mau mengerti
Mungkin aku bodoh,
hmmm atau mungkin kuberpura-pura bodoh
Seribu macam hal baik bisa saja kukatakan
Namun, untuk menipu siapa?
Orang lainkah? atau malah menipu diri sendiri?
yah,,walaupun diri ini hina, dan telah tercebur basah,,,
Namun kutetap berharap agar kutak karam..
karena katanya
Manusia diciptakan sebagai hambaNYA yang paling mulia…